Kenapa Haram Mengucap Selamat Natal (Jawaban 'aqli)

Share on :
Kenapa Haram Mengucap Selamat Natal (Jawaban 'aqli)
Berikut ini alasan haramnya mengucapkan selamat natal kepada kaum nasrani secara 'aqli.
dari keadaan ini kita bisa melihat mana toleransi/bahu membahu dalam urusan duniawi atau kemanusiaan,mana toreransi antar agama,bercampurnya beraduknya agama dan i'tiqadiyah.
Kenapa Haram Mengucap Selamat Natal (Jawaban 'aqli)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada 7 Maret 1981, Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang saat itu diketuai KH Buya Hamka, menelurkan fatwa yang pokok isinya mengharamkan umat Islam mengikuti upacara Natal, meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS.

Fatwa itu juga mengharamkan umat Islam mengucapkan 'Selamat Natal' kepada umat Kristiani, dengan alasan apapun. Sebab, mengucapan 'Selamat Natal' akan menggoyahkan iman umat Islam, karena sama saja mempercayai Keesaan Yesus sebagai Tuhan.

Nah, jelang Natal, tersebar broadcasts BBM soal percakapan imejiner, antara seorang muslim dengan rekannya yang beragama Kristen, terkait pro-kontra boleh tidaknya umat Islam mengucapkan 'Selamat Natal'.

Berikut dialog imejiner yang diterima ROL:

Muslim: Bagaimana Natalmu?

David: Baik. Kamu tidak mengucapkan 'Selamat Natal' padaku?

Muslim: Oh tidak. Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu. Tapi masalah ini (mengucapkan 'Selamat Natal'), agama saya melarangnya.

David: Kenapa? bukankah hanya sekadar kata-kata? Teman muslimku yang lain, mengucapkannya padaku

Muslim: Mungkin mereka belum mengetahuinya. David, kamu bisa mengucapkan dua kalimat syahadat?

David: Oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya. Itu akan mengganggu keimanan saya...

Muslim: Kenapa? Bukankah itu hanya kata-kata? Ayo, ucapkanlah!

David: Oke. sekarang saya mengerti (kenapa kamu tak mau mengucapkan 'Selamat Natal').

NB:
Buat kaum nasrani,kami kaum muslimin bukannya tidak menghormati anda dengan keyakinan anda,tapi kami juga terbentur dengan syari'ah agama kami.
mohon anda sedikit memahami keadaan kami,agama anda untuk anda,agama kami untuk kami.
Kami tidak akan mencampur aduk agama kami dengan agama anda,namun kami tetap menghormati anda sebagai makhluk Allah SWT.
Kami tidak akan menggangu anda,dan kami harap anda juga tidak menggangu kami.
Baca juga:
Kumpulan Berita Mengenai Haramnya Mengucapkan Selamat Natal

Silahkan anda bagikan artikel ini ke: Google+
Anda Sudah Membaca Artikel Kenapa Haram Mengucap Selamat Natal (Jawaban 'aqli) http://forumramadlan.blogspot.com/2012/12/kenapa-haram-mengucap-selamat-natal.html Anda Boleh Copy serta Share Artikel Kenapa Haram Mengucap Selamat Natal (Jawaban 'aqli) ini Kepada Teman Anda Dengan Menyertakan Link Kenapa Haram Mengucap Selamat Natal (Jawaban 'aqli) Sebagai Sumbernya, Terima Kasih.
Admin Blog Forum Ramadlan Mengucapkan Syukran Katsiran

11 komentar on Kenapa Haram Mengucap Selamat Natal (Jawaban 'aqli) :

mMn mengatakan... 24 Desember 2012 17.07

temenku banyak yg ngucapin kayak itu krn mereka gak ngerti soal agama.
trims ilmunya mas bro

Forum Ramadlan mengatakan... 24 Desember 2012 23.27

sebarkan artikel bro dan terima kasih sudah berkunjung.

Anonim mengatakan... 29 Desember 2012 10.33

alasan dengan akal memang lebih gampang dicerna oleh semua golongan termasuk saya ini hehehe..
terima kasih mas atas ilmunya

hendra eka putra mengatakan... 11 Juni 2013 19.37

Sebuah alasan yg bisa diterima secara baik dan lebih intelek.

Wisata Jawa Tengah mengatakan... 13 Juni 2013 00.18

Salam Sobat...,
Sebenarnya kata2 spt Selamat Hari Natal / ucapan dua kalima syahadat adl. bukan hanya dibibir saja. Tetapi ucapan itu harus mendarah daging sampai menyatu dlm sukma. Disini sebenarnya yg menjadi pokok permasalahan, dgn hanya mengucapkan "dua kalimat syahadat apakah orang itu sdh dikatakan ISLAM. Dan mengapa ada orang non muslim ingin masuk Islam hrs ada yg menyaksikan. Sekali lagi pada hakekatnya manusia itu sebelum terlahir kedunia adl.sama (Al A'raaf ayat 172). Saya sangat sependapat dgn tulisannya Alm. Nur Cholis Majid di sebuah Renungan Ramadhan dlm sebuah media (kalo tdk salah REPUBLIKA), begini: org yg masuk surga itu perbandingannya 1:1milyar. Ini mengerikan sekali, tapi masuk akal. Buktinya: sel telur wanita yg di buahi sperma rata2 yg jadi itu cuma 1 cabang bayi bisa juga kembar, tapi sedikit sekali (nah yg sedikit itulah yg bisa masuk surga).
Sekian terima kasih, mohon ma'af bila ada kata2 yg salah. Wassalam.

Forum Ramadlan mengatakan... 24 Juni 2013 03.14

Wisata Jawa Tengah@ pendapat anda mengenai syahadah harus ada saksi memang benar,sedangkan contoh diatas bukan langsung menyamakan antara syahadah dengan ucapan salam,hal itu hanya sebagai qiyas saja.dan coba anda lihat bagaimana hukum mengucapkan assalamu'alaikum wr.wb. kepada non muslim?
lalu coba anda qiyas atau kalau tidak berkenan qiyas coba ilhaqkan saja dengan qaul yang diada,seperti keterangan dalam kitab kitab tashawwuf.
kalau pendapat Nur Cholis yang anda sebeutkan diatas,tidak akan saya bahas disini,karena menurut saya hal itu tidak ada kaitannya dengan yang saya tulis,dan hal tersebut sudah jelas difirmankan oleh Allah SWT.coba anda lihat di surat waqi'

Anonim mengatakan... 6 Juli 2013 01.58

Wisata Jawa Tengah@ mengucapkan salam jelas tidak sama dengan mengecapkan syahadad.
aneh cara berfikir loe

baju anak mengatakan... 21 Juli 2013 22.00

kalo kita merasa agama kita paling benar, kenapa musti ngucapin selamat ke agama lain

wisata batu bromo mengatakan... 10 Oktober 2013 05.05

Memang benar kalau ngucapin selamat n.... dalam agama islam tidak dijinkan,karena itu sudah ajaran dari kanjeng nabi.Saya sangat setuju sekali dengan artikel agan diatas.Mari saling menghormati sesama sesuai ajaran Rosulullah

Anonim mengatakan... 24 Desember 2013 00.00

ngucapin selamat sama ngucapin syahadat beda jauh,kaleeeeee -_-
syahadat itu sifatnya adalah aqidah. sedanglan selamat natal adalah ucapan yang bertujuan untuk saling menghormati. kalau mau bandingin aqidah, ya harusnya antara syahadat bagi muslim dan baptis bagi nasrani(cmiiw).kalo bandinginnya syahadat dan ucapan selamat,sih...rada ga nyambung ya....hmmmmm

Lintang Ardhana mengatakan... 27 Mei 2014 20.35

di Al-qur`an atau hadist tidak pernah saya temukan penegasan tentang haramnya selamat natal. Allah tidak pernah mengharamkan itu. kenapa kalian haramkan itu?. bukankah Allah melarang mendahului Allah dan rasulnya? (penjelasan lebih lanjut: (Q.S:Al-hujuuurat:1)

Post a Comment and Don't Spam!

Silahkan Berdiskusi Dengan Baik,NO SARA NO SPAM
Mohon Maaf Komentar yang ada link-nya terutama link yang hidup atau komentar Promosi akan saya hapus.